Portal Olahraga Terupdate – Kekalahan Manchester United dari Tottenham Hotspur pada Minggu malam (16/2/2025) kembali mengecewakan banyak pendukung Setan Merah. Dengan skor tipis 1-0, tim asuhan Ruben Amorim semakin terperosok di posisi 15 klasemen sementara Liga Inggris. Matthijs de Ligt, bek tengah MU, memberikan pandangannya mengenai faktor yang membuat timnya gagal meraih kemenangan. Menurutnya, masalah utama yang di hadapi tim adalah ketidakmampuan mengonversi peluang menjadi gol.
Masalah Utama: Penyelesaian Akhir yang Buruk
Salah satu isu utama yang menonjol dalam pertandingan melawan Tottenham adalah ketidakmampuan MU dalam memanfaatkan peluang yang tercipta. Meskipun beberapa kesempatan tercipta di depan gawang, Setan Merah gagal menjadikannya gol. De Ligt sendiri mengungkapkan betapa pentingnya penyelesaian akhir yang tajam untuk meraih kemenangan.
“Menurut saya, dalam sepak bola, menyelesaikan peluang adalah hal yang sangat penting, dan kami sangat tidak beruntung hari ini,” ujarnya.
Performa buruk dalam memanfaatkan peluang ini bukanlah masalah yang hanya muncul dalam satu pertandingan saja, tetapi sudah menjadi pola yang berlanjut. De Ligt menambahkan, “Jika kami terus kalah, banyak hal yang harus di perbaiki.” Ketidakmampuan tim dalam mencetak gol ini sangat mempengaruhi moral pemain dan hasil pertandingan secara keseluruhan.
Kondisi Kritis: Kekalahan Kedelapan dalam 14 Pertandingan
Kekalahan terhadap Tottenham menambah daftar panjang hasil buruk MU di musim ini. Dengan hanya meraih enam kemenangan dari 14 pertandingan, pelatih Manchester United Ruben Amorim kini berada dalam posisi yang semakin tertekan. Kekalahan ini membuatnya menghadapi keraguan, baik dari pihak manajemen maupun penggemar.
Saat ini, MU hanya berada di posisi ke-15 klasemen sementara Liga Inggris, yang jelas sangat jauh dari harapan awal musim. Penggemar merasa kecewa, terlebih setelah manajemen klub memutuskan untuk tidak mendatangkan pemain baru pada bursa transfer musim dingin. Keputusan ini menjadi semakin kontroversial mengingat tim harus berjuang dengan kekurangan pemain.
Ketergantungan pada Pemain Terbatas: Masalah di Lini Serang
Salah satu tantangan terbesar yang di hadapi Ruben Amorim adalah terbatasnya pilihan di lini serang. MU kehilangan Amad akibat cedera ligamen, yang memperburuk situasi tim. Saat ini, pelatih hanya memiliki Rasmus Hojlund, Joshua Zirkzee, dan Alejandro Garnacho sebagai pemain depan yang bisa di andalkan. Ketiga pemain ini telah mencetak total 28 gol di Liga Premier sepanjang karier mereka, yang tentu saja kurang mumpuni untuk memenuhi harapan Manchester United.
Keberhasilan tim sangat bergantung pada performa para pemain ini, namun mereka belum menunjukkan ketajaman yang di inginkan. Keputusan untuk tidak memperkuat lini serang di bursa transfer menjadi sorotan tajam mengingat kondisi tim yang semakin terjepit.
Harapan untuk Masa Depan: Fokus dan Perbaikan
Di tengah situasi yang semakin sulit, pelatih Ruben Amorim mengingatkan tim untuk tetap fokus dan tidak membiarkan kondisi ini berlarut-larut. “Saya tidak bisa membiarkan situasi ini berlanjut, kami harus tetap fokus,” ujarnya dengan tegas.
Meskipun banyak tantangan yang di hadapi, Amorim berharap MU bisa segera bangkit dan memperbaiki performa tim. Ia menekankan pentingnya perbaikan dalam berbagai aspek, terutama di lini depan, untuk mengembalikan MU ke jalur kemenangan.
Dengan waktu yang semakin terbatas, tugas Amorim untuk memulihkan kepercayaan diri tim dan memperbaiki kualitas permainan menjadi semakin mendesak.
Sumber :Bolanet