Portal Olahraga Terupdate – Kapten Juventus, Manuel Locatelli, mengaku sangat terpukul setelah timnya resmi tersingkir dari Liga Champions UEFA musim 2025/2026. Meski begitu, sang gelandang menegaskan bahwa kegagalan ini bukan akhir perjalanan Si Nyonya Tua, melainkan momentum untuk bangkit lebih kuat.
Juventus harus mengakhiri kiprahnya di Eropa usai kalah agregat 5-7 dari Galatasaray pada babak playoff. Hasil ini tentu menjadi pukulan telak bagi Bianconeri yang sempat membuka peluang comeback dramatis di leg kedua.
Juventus Sempat Bangkit di Leg Kedua
Bermain di Turin pada leg kedua, Juventus datang dengan beban berat setelah kalah 2-5 di pertemuan pertama. Mereka membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal tiga gol untuk memaksakan perpanjangan waktu.
Tampil menekan sejak menit awal, Juventus berhasil unggul 3-0 di waktu normal. Skor tersebut membuat agregat menjadi 5-5 dan pertandingan dilanjutkan ke babak extra time. Publik tuan rumah pun sempat berharap pada comeback bersejarah.
Namun situasi berubah di babak tambahan. Galatasaray justru mencetak dua gol melalui Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz. Dua gol itu memastikan wakil Turki menang agregat 7-5 dan membuat Juventus tersingkir dari Liga Champions musim ini.
Locatelli: Kami Sudah Berikan Segalanya
Dalam wawancara bersama Prime Video usai pertandingan, Manuel Locatelli tak mampu menyembunyikan emosinya. Ia menyebut timnya sudah berjuang habis-habisan demi membalikkan keadaan.
“Saya hampir menangis karena kami benar-benar percaya bisa membalikkan situasi ini. Kami memberikan segalanya di lapangan,” ujar Locatelli.
Ia juga menilai hasil di leg pertama menjadi titik yang sangat menentukan. Menurutnya, satu momen krusial di laga tandang membuat situasi berubah drastis dan menyulitkan langkah Juventus hingga akhir.
“Di leg pertama, satu insiden membuat semuanya menjadi jauh lebih sulit bagi kami,” tambahnya.
Kekalahan Jadi Titik Balik Juventus
Meski kecewa, Locatelli tetap mencoba melihat sisi positif dari kegagalan tersebut. Ia berterima kasih kepada para pendukung yang memenuhi stadion dan menciptakan atmosfer luar biasa sepanjang laga.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua fans yang hadir. Atmosfernya benar-benar luar biasa,” ucapnya.
Menurut Locatelli, pertandingan penuh emosi seperti ini akan menjadi pelajaran berharga. Ia optimistis energi dan semangat yang ditunjukkan tim bisa menjadi fondasi kebangkitan Juventus ke depan.
Fokus ke Serie A: Juventus Hadapi AS Roma
Juventus tidak punya banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan. Mereka sudah ditunggu laga penting kontra AS Roma dalam lanjutan Serie A 2025/2026.
Pertandingan tersebut diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama memburu poin krusial di papan atas klasemen. Bagi Juventus, kemenangan menjadi harga mati demi menjaga peluang bersaing di kompetisi domestik sekaligus memulihkan mental usai tersingkir dari Liga Champions.
Laga melawan AS Roma pun akan menjadi ujian karakter bagi skuad asuhan Bianconeri: apakah mereka mampu bangkit, atau kembali terpuruk setelah kegagalan di Eropa.
Sumber: Bola.net

