Juventus Tersingkir dari Coppa ItaliaJuventus Tersingkir dari Coppa Italia

Portal Olahraga Terupdate – Perjalanan Juventus di ajang Coppa Italia 2025/2026 harus berakhir dengan hasil mengecewakan. Tim berjuluk Bianconeri itu tersingkir di babak perempat final setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari Atalanta dalam laga yang digelar di Bergamo, Jumat (6/2/2026) dini hari WIB.

Dalam pertandingan tersebut, nama Gleison Bremer menjadi sorotan utama. Bek asal Brasil itu terlibat dalam momen krusial yang berujung pada hadiah penalti untuk Atalanta, sebuah keputusan yang memicu perdebatan.

Insiden Penalti Bremer Jadi Titik Balik

Wasit Michael Fabbri menunjuk titik putih setelah meninjau tayangan VAR di sisi lapangan. Dalam tayangan ulang, bola terlihat mengenai tangan Bremer saat mencoba menghalau umpan silang yang dilepaskan Ederson.

Bremer mengakui bahwa keputusan tersebut sulit di terima dari sudut pandang nalurinya sebagai seorang bek. Namun demikian, ia menyadari bahwa regulasi sepak bola modern memang diterapkan dengan sangat ketat.

“Sejujurnya ini bukan hal yang mudah untuk di bicarakan, karena berdasarkan aturan tertulis, situasi itu memang bisa di anggap penalti,” ujar Bremer kepada Sport Mediaset.

“Sebagai seorang bek, insting saya mengatakan itu bukan penalti. Tapi wasit sudah memutuskan, dan kami harus menerimanya,” tambahnya.

Juventus Kehilangan Momentum

Sebelum insiden penalti terjadi, Juventus sebenarnya tampil cukup solid. Peluang emas sempat tercipta lewat aksi Francisco Conceicao, namun sepakannya hanya membentur mistar gawang.

Keputusan penalti tersebut menjadi titik balik pertandingan. Mental dan ritme permainan Juventus perlahan menurun, sementara Atalanta tampil semakin percaya diri dan mampu mengontrol jalannya laga.

“Keputusan itu jelas mengubah jalannya pertandingan, tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Bremer.

“Kejadiannya di babak pertama, kami sebenarnya masih punya cukup waktu untuk membalikkan keadaan,” lanjutnya.

Penilaian Mantan Wasit: ‘Anti-Sepak Bola’

Mantan wasit Serie A, Graziano Cesari, turut memberikan pandangannya terkait insiden tersebut. Ia menilai gerakan tangan Bremer terjadi secara alami saat pemain berlari dan menyebut penalti semacam ini sebagai bentuk keputusan yang merusak esensi permainan.

Meski demikian, Bremer menolak menjadikan keputusan wasit sebagai kambing hitam atas kekalahan Juventus. Ia menegaskan bahwa timnya tetap harus melakukan evaluasi menyeluruh.

Masalah penyelesaian akhir kembali menjadi sorotan, mengingat Juventus gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang didapat. Sebaliknya, Atalanta tampil sangat efektif di babak kedua.

Kamaldeen Sulemana dan Mario Pašalić sukses mencetak gol tambahan yang memastikan kemenangan telak La Dea atas Si Nyonya Tua.

Bremer Janji Bangkit dan Minta Maaf kepada Fans Juventus

Kekalahan ini memperpanjang catatan kurang memuaskan Juventus dalam beberapa pekan terakhir. Bremer mengingatkan rekan-rekannya untuk segera memperbaiki efektivitas di lini depan, terutama dalam memaksimalkan peluang.

“Hal yang sama juga terjadi saat melawan Cagliari dan Lecce. Kami harus lebih klinis,” tegas Bremer.

Ia juga menekankan bahwa Juventus saat ini masih berada dalam fase awal bersama pelatih baru, sehingga proses perbaikan masih terus berjalan.

“Kami baru memulai era baru dengan pelatih baru. Kami berada di jalur yang benar, meskipun hari ini melakukan kesalahan,” ujarnya.

Tak lupa, Bremer menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Juventus atas hasil buruk tersebut.

“Kami harus meminta maaf kepada para fans. Skor 3-0 ini terasa terlalu berat, tetapi kami harus segera bangkit dan kembali ke jalur yang benar di pertandingan berikutnya,” pungkasnya.

Sumber: Bola.net