Portal Olahraga Terupdate – Jadon Sancho, pemain muda yang bergabung dengan Chelsea pada awal musim 2024/2025 dengan status pinjaman dari Manchester United, telah menunjukkan beberapa tanda-tanda positif dalam perjalanan kariernya di Stamford Bridge. Namun, dua laga beruntun melawan Brighton justru menjadi ujian berat bagi pemain berusia 24 tahun ini, yang tidak mampu memberikan dampak signifikan pada tim. Dalam dua pertandingan tersebut, Sancho seolah ‘lumpuh’, gagal memenuhi ekspektasi yang sebelumnya begitu besar di pundaknya.
Awal yang Cerah di Chelsea, Tapi Tantangan Berat Menanti
Sejak memulai petualangan di Chelsea, Sancho sempat mencuri perhatian. Dengan dua gol dan empat assist dari 19 laga Premier League, serta dua assist dalam laga UEFA Conference League, banyak yang berharap bahwa Sancho akan segera tampil maksimal. Namun, dalam dua pertemuan dengan Brighton, Sancho tampaknya gagal menunjukkan potensi besarnya.
Pada laga Premier League antara Chelsea dan Brighton yang berlangsung pada Sabtu (15/2), Sancho masuk pada menit ke-21 menggantikan Noni Madueke yang cedera. Meski bermain selama 69 menit, Sancho tidak mampu melakukan banyak hal untuk timnya. Ia gagal mencetak gol, memberikan assist, bahkan hanya menciptakan satu peluang. Keterlibatannya dalam permainan sangat terbatas, dan Chelsea akhirnya kalah dengan skor telak 0-3.
Laga Piala FA: Sancho Tidak Berdaya
Beberapa hari sebelumnya, dalam laga Piala FA melawan Brighton, Sancho kembali di turunkan sejak menit pertama. Namun, hasil yang di peroleh Chelsea tidak jauh berbeda. Sancho gagal memberikan kontribusi berarti, bahkan dia tidak berhasil memenangkan satu pun dari tujuh duel yang di lakukannya. Kekalahan 2-1 dari Brighton membuat langkah Chelsea di Piala FA terhenti, dan semakin menegaskan bahwa Sancho masih berjuang untuk menemukan bentuk permainan terbaiknya.
Jadon Sancho: Dari Progres ke Stagnasi
Sancho mungkin memang menunjukkan beberapa kemajuan sejak kedatangannya di Chelsea, namun pencapaian tersebut masih jauh dari apa yang di harapkan banyak orang. Meski ada dua gol dan empat assist di Premier League, kontribusi total yang di tunjukkan Sancho di kompetisi lain masih kurang optimal. Di ajang Carabao Cup dan Piala FA, meskipun ia tampil dalam tiga pertandingan, Sancho belum mencatatkan gol maupun assist.
Apa yang Salah dengan Jadon Sancho?
Pertanyaan besar yang muncul setelah dua laga melawan Brighton adalah, mengapa Sancho tidak mampu tampil maksimal? Apakah ini masalah fisik, mental, atau kurangnya pemahaman taktik dengan rekan satu tim? Mungkin saja Sancho belum sepenuhnya adaptasi dengan gaya permainan Chelsea, atau mungkin tekanan sebagai pemain pinjaman dari Manchester United membuatnya merasa lebih tertekan.
Namun, satu hal yang pasti adalah bahwa Sancho harus segera menemukan cara untuk kembali ke jalur yang benar. Chelsea membutuhkan kontribusi lebih dari pemain seperti Sancho untuk bisa bersaing di papan atas Premier League.
Harapan di Masa Depan
Kegagalan di dua laga melawan Brighton seharusnya menjadi titik balik bagi Sancho. Sebagai pemain berbakat yang pernah bersinar di Borussia Dortmund, harapan besar masih ada padanya. Namun, Sancho perlu segera memperbaiki performanya agar tidak terjebak dalam rutinitas stagnasi. Chelsea memberi kesempatan besar padanya, dan sekarang, giliran Sancho untuk membuktikan bahwa dia bisa lebih dari sekadar pemain yang ‘lumpuh’ di laga-laga penting.
Dengan mentalitas yang tepat dan dukungan dari tim, Sancho masih memiliki waktu untuk menunjukkan potensi terbaiknya di Chelsea. Namun, tekanan akan terus meningkat jika dia gagal tampil di level yang di harapkan. Waktu akan menjawab apakah dia mampu bangkit ataukah terjerat dalam mimpi buruk yang tak kunjung berakhir.
Sumber :Bolanet