Portal Olahraga Terupdate – Laga Girona vs Barcelona pada jornada ke-24 La Liga 2025-2026 berakhir dengan kemenangan dramatis tuan rumah. Bermain di Stadion Montilivi, Barcelona harus menyerah 1-2 setelah sempat unggul lebih dulu.
Hasil ini menjadi pukulan bagi Blaugrana dalam persaingan papan atas klasemen Liga Spanyol. Selain kehilangan poin penting, performa lini pertahanan kembali menjadi sorotan.
Barcelona Unggul Lebih Dulu, Girona Bangkit Cepat
Barcelona membuka keunggulan pada menit ke-59 melalui gol Pau Cubarsi. Bek muda tersebut sukses memanfaatkan situasi bola mati untuk membawa tim tamu memimpin.
Namun, keunggulan itu hanya bertahan tiga menit. Girona langsung membalas lewat Thomas Lemar pada menit ke-62. Momentum pertandingan pun berubah setelah gol penyama tersebut.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, Fran Beltran muncul sebagai penentu kemenangan. Golnya pada menit ke-86 memastikan tiga poin untuk Girona sekaligus membungkam Barcelona di kandang lawan.
Hansi Flick Kritik Transisi dan Organisasi Bertahan
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memilih tidak memperdebatkan keputusan wasit dalam proses gol kedua Girona. Ia justru menyoroti kelemahan timnya sendiri.
“Saya tidak ingin membahas itu. Girona memang pantas menang,” ujar Flick kepada media seusai pertandingan.
Menurutnya, masalah utama Barcelona terletak pada transisi permainan yang buruk, terutama saat kehilangan bola. Lini tengah dinilai tidak berada pada posisi ideal sehingga membuka ruang bagi serangan balik lawan.
Barcelona sebenarnya tampil cukup agresif di babak pertama dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, kegagalan memaksimalkan kesempatan membuat mereka kehilangan kontrol permainan setelah unggul.
Girona memanfaatkan celah antara lini tengah dan lini belakang Barcelona dengan skema serangan balik cepat. Kurangnya koordinasi antarlini membuat pertahanan Blaugrana mudah ditembus.
Dampak Kekalahan bagi Posisi Klasemen
Kekalahan ini membuat Barcelona turun ke posisi kedua klasemen sementara dengan 58 poin. Mereka kini tertinggal dua angka dari Real Madrid yang sebelumnya menang 4-1 atas Real Sociedad.
Hasil negatif di Montilivi juga menjadi kekalahan kedua beruntun bagi Barcelona, setelah sebelumnya takluk 0-4 dari Atletico Madrid di leg pertama semifinal Copa del Rey.
Situasi ini meningkatkan tekanan jelang laga kandang melawan Levante pada akhir pekan. Flick mengakui timnya belum berada dalam kondisi terbaik, baik secara mental maupun taktik.
Ia pun memberikan dua hari libur kepada para pemain dengan harapan tim bisa kembali ke performa optimal.
Evaluasi Serius untuk Perburuan Gelar
Kekalahan dalam laga Girona vs Barcelona menjadi peringatan bahwa dominasi penguasaan bola saja tidak cukup untuk meraih kemenangan. Tanpa struktur pertahanan yang solid dan transisi yang rapi, Barcelona akan kesulitan menjaga konsistensi.
Jika permasalahan organisasi bertahan tidak segera dibenahi, peluang Blaugrana dalam perburuan gelar La Liga musim ini bisa semakin menipis.
Girona membuktikan bahwa efektivitas dan kedisiplinan taktik mampu mengalahkan tim besar yang tampil terlalu terbuka.
Sumber: Bola.net

