Portal Olahraga Terupdate – Barcelona datang ke semifinal Copa del Rey dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Hansi Flick memimpin klasemen La Liga dan mencatat enam kemenangan beruntun di semua kompetisi sebelum laga krusial ini.
Namun, momentum positif tersebut runtuh saat menghadapi Atletico Madrid pada leg pertama di Stadion Metropolitano. Blaugrana harus menerima kekalahan telak 0-4 yang langsung mengubah atmosfer optimisme menjadi tekanan besar.
Hasil ini tidak hanya menghentikan laju impresif Barcelona, tetapi juga menyeret kembali pernyataan Hansi Flick yang sebelumnya menyentil Real Madrid.
Sindiran Flick kepada Real Madrid Kembali Diangkat
Sebelum semifinal Copa del Rey, Hansi Flick sempat di tanya soal perjalanan Barcelona menuju empat besar. Sepanjang turnamen, mereka belum bertemu sesama klub La Liga.
Di babak perempat final, Barcelona menyingkirkan Albacete dari Segunda Division dengan skor tipis 2-1. Albacete sebelumnya membuat kejutan dengan menyingkirkan Real Madrid 3-2 di babak 16 besar.
Ketika ditanya soal tidak adanya lawan dari kasta tertinggi yang di hadapi Barcelona, Flick menjawab singkat, “Tanya Real Madrid.”
Komentar tersebut langsung di tafsirkan sebagai sindiran terhadap Madrid yang tersingkir oleh klub divisi dua. Namun, setelah kekalahan telak dari Atletico Madrid, ucapan tersebut kembali menjadi bahan pembicaraan publik dengan konteks berbeda.
Sebagai catatan, Real Madrid sebelumnya mampu mengalahkan Atletico 2-1 pada semifinal Supercopa de España bulan lalu.
Babak Pertama Copa Del Rey yang Jadi Mimpi Buruk Barcelona
Barcelona sudah berada dalam tekanan sejak menit awal pertandingan. Gol bunuh diri Eric Garcia pada menit keenam membuka keunggulan Atletico dan memengaruhi mental permainan tim tamu.
Situasi semakin memburuk ketika Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julian Alvarez mencetak gol tambahan sebelum turun minum. Babak pertama berakhir dengan dominasi penuh Atletico dan pertahanan Barcelona yang terlihat rapuh.
Secara taktik, Hansi Flick dinilai kalah strategi dari Diego Simeone. Lini belakang Barcelona kerap kehilangan koordinasi, sementara Atletico tampil efektif dalam memanfaatkan ruang dan serangan cepat.
Peluang Comeback dan Tekanan di Copa del Rey
Meski tertinggal agregat besar, Barcelona masih memiliki kesempatan membalas pada leg kedua yang dijadwalkan berlangsung 3 Maret mendatang. Namun, tugas tersebut di pastikan tidak mudah.
Sebelum memikirkan comeback di Copa del Rey, Barcelona harus menjaga konsistensi di La Liga. Mereka hanya unggul satu poin atas Real Madrid dalam persaingan menuju gelar juara.
Madrid akan menjamu Real Sociedad di Santiago Bernabeu akhir pekan ini. Sementara itu, Barcelona di jadwalkan bertandang ke markas Girona pada 16 Februari. Posisi puncak klasemen berpotensi berubah jika Blaugrana kembali terpeleset.
Pertemuan El Clasico pada 10 Mei di prediksi bisa menjadi laga penentu gelar La Liga musim ini. Namun, sebelum sampai ke sana, Barcelona menghadapi ujian berat untuk membalikkan defisit besar dalam salah satu misi comeback tersulit di Copa del Rey.
Kesimpulan
Kekalahan 0-4 dari Atletico Madrid menjadi pukulan serius bagi Barcelona, baik secara teknis maupun mental. Selain memperumit langkah di Copa del Rey, hasil ini juga membuat pernyataan Hansi Flick kembali menjadi sorotan. Kini, Blaugrana di tuntut bangkit dengan cepat jika ingin menjaga asa meraih gelar musim ini.
Sumber: Bola.net

