Portal Olahraga Terupdate – Arsenal memasuki fase krusial dalam perburuan gelar Premier League musim ini. Meski masih memimpin klasemen, keunggulan yang sebelumnya terlihat aman kini mulai tergerus akibat rentetan hasil kurang maksimal.
Dua laga beruntun tanpa kemenangan menjadi sinyal bahaya bagi The Gunners. Situasi ini tidak hanya soal kehilangan poin, tetapi juga menyangkut konsistensi dan ketahanan mental di momen penentuan musim.
Dalam lima pertandingan terakhir, Arsenal tercatat kehilangan tujuh poin dari posisi unggul. Di tengah persaingan yang semakin ketat, catatan tersebut jelas menjadi alarm serius.
Hasil Imbang Kontra Wolves Jadi Titik Sorotan
Arsenal kembali terpeleset saat bermain imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux. Padahal, tim asuhan Mikel Arteta sempat unggul dua gol hingga menit ke-56.
Secara statistik dan situasi klasemen, pertandingan tersebut seharusnya bisa diamankan. Wolves datang sebagai penghuni dasar klasemen dengan raihan sembilan poin. Keunggulan 2-0 mestinya cukup untuk membawa pulang tiga angka.
Namun, gol balasan tuan rumah mengubah jalannya laga. Tekanan meningkat, tempo permainan bergeser, dan akhirnya gol penyeimbang di masa injury time menghapus kemenangan yang sudah di depan mata. Hasil ini membuat Arsenal termasuk tiga tim dengan kehilangan poin terbanyak dari posisi unggul musim ini.
Masalah Konsistensi dan Ketergantungan pada Skor Tipis
Sepanjang musim, Arsenal dikenal dengan organisasi pertahanan yang solid serta efektivitas dalam memaksimalkan peluang, khususnya melalui bola mati. Pendekatan ini kerap menghasilkan kemenangan tipis yang efisien.
Namun, strategi tersebut juga menyimpan risiko. Ketika hanya unggul satu gol, satu kesalahan kecil bisa berdampak besar. Minimnya margin skor membuat Arsenal tidak memiliki ruang yang cukup untuk mengantisipasi momentum kebangkitan lawan.
Laga kontra Wolverhampton menjadi gambaran nyata. Arsenal gagal mengontrol ritme dan emosi pertandingan setelah kebobolan gol pertama. Situasi yang awalnya terkendali berubah menjadi tekanan, hingga akhirnya keunggulan pun sirna.
Tekanan Manchester City dan Faktor Psikologis
Saat ini Arsenal mengoleksi 58 poin dan unggul lima angka atas Manchester City. Meski demikian, posisi tersebut belum sepenuhnya aman. City masih memiliki satu laga tunda dan jadwal pertemuan langsung di Etihad Stadium.
Selain tekanan dari pesaing utama, faktor sejarah juga membayangi. Dalam tiga musim terakhir, Arsenal selalu finis sebagai runner-up, termasuk dua kali kalah bersaing dengan tim racikan Pep Guardiola.
Manajer Mikel Arteta pun mengakui performa timnya mengalami penurunan. Ia menegaskan bahwa respons terbaik bukan lewat pernyataan di media, melainkan pembuktian nyata di atas lapangan.
Derbi London Jadi Ujian Berikutnya
Tantangan Arsenal tidak semakin ringan. Dalam waktu dekat, mereka akan menghadapi dua laga derbi London melawan Tottenham Hotspur dan Chelsea.
Pada fase ini, setiap poin sangat berharga. Kesalahan kecil dapat menggeser momentum sekaligus membuka peluang bagi Manchester City untuk mengambil alih kendali perebutan gelar.
Jika Arsenal ingin mempertahankan posisi puncak Premier League, konsistensi, ketajaman di lini depan, dan kekuatan mental akan menjadi faktor penentu dalam beberapa pekan ke depan.
Sumber: Bola.net

