Portal Olahraga Terupdate – Perjalanan Jose Mourinho bersama Fenerbahce berakhir lebih cepat dari dugaan. Hanya dua laga setelah musim baru Süper Lig dimulai, klub Turki tersebut mengumumkan perpisahan dengan sang pelatih. Keputusan itu langsung diambil setelah Fenerbahce kalah dari Benfica dan gagal lolos ke fase grup Liga Champions.
Dalam pernyataan resminya, Fenerbahce hanya menyampaikan pesan singkat: mereka berterima kasih atas kontribusi Jose Mourinho dan berharap kariernya tetap sukses di masa mendatang. Meski demikian, keputusan tersebut tetap memicu kejutan, sebab Mourinho sebelumnya sempat menyatakan keyakinannya bahwa tim mampu bersaing di Liga Europa. Situasi makin pelik setelah muncul kontroversi ketika ia mengaku tidak mengenal Hamdi Akin, wakil presiden klub yang sebelumnya pernah mendukungnya.
Faktor di balik pemecatan ini tidak hanya soal hasil buruk di awal musim. Tekanan internal, dinamika politik dalam tubuh klub, dan relasi yang kurang harmonis dengan manajemen juga di yakini turut mempercepat berakhirnya kerja sama tersebut.
Drama di Istanbul
Ibu kota sepak bola Turki itu selalu di penuhi intensitas, terutama dalam rivalitas sengit antara Fenerbahce dan Galatasaray. Jose Mourinho pun langsung menjadi sorotan sejak pertama kali memimpin tim di Stadion Sukru Saracoglu.
Dalam musim debutnya, berbagai kontroversi tercipta: kartu kuning di menit ke-20 pertandingan pertama, pengusiran ketika melawan mantan klubnya Manchester United, hingga keputusannya mendatangkan wasit asing untuk Derby Interkontinental. Ia bahkan sempat terlibat cekcok kecil dengan Okan Buruk, pelatih Galatasaray.
Sementara itu, Galatasaray tampil dominan dengan merebut gelar liga ketiga secara beruntun, unggul jauh dari Fenerbahce. Situasi Mourinho makin sulit karena Fenerbahce sudah sebelas tahun puasa gelar liga domestik. Hasil imbang di pekan perdana Süper Lig pun menjadi titik kritis yang memperburuk posisinya.
Mengapa Jose Mourinho Dipecat?
Menurut analis Transfermarkt, Lara Karacan, posisi Mourinho sudah rapuh sejak musim lalu. Kekalahan dari Benfica dan kegagalan masuk Liga Champions di sebut sebagai alasan olahraga yang paling nyata di balik pemecatannya.
Namun, ada pula aspek non-teknis yang memperkeruh keadaan. Jose Mourinho secara terbuka melontarkan kritik terhadap kebijakan transfer klub serta kualitas skuad yang di milikinya. Ucapan tersebut memicu ketegangan politik internal yang semakin menyudutkannya.
Menurut Karacan, posisi Mourinho sudah goyah sejak musim sebelumnya gagal membawa pulang gelar. Performa buruk di awal musim dan kegagalan di Liga Champions hanya mempercepat keputusan Fenerbahce.
“Ia juga memperburuk situasi dengan komentar pedas terhadap dewan klub dan strategi transfer. Kombinasi performa buruk dan ketegangan internal akhirnya membuat Fenerbahce memutuskan berpisah dengannya.”
Ke Mana Mourinho Setelah Ini?
Terlepas dari kontroversi yang melingkupinya, Mourinho tetaplah salah satu nama besar dalam sejarah sepak bola. Julukan The Special One mencerminkan sosoknya yang penuh percaya diri, karismatik, sekaligus menghibur di depan publik.
Kariernya di hiasi pencapaian besar: membawa Porto menjuarai kompetisi Eropa, mendefinisikan ulang persaingan di Liga Inggris bersama Chelsea, serta sukses bersama klub raksasa lain seperti Inter Milan, Real Madrid, dan Manchester United. Ia juga termasuk dalam kelompok eksklusif pelatih yang pernah mengangkat trofi Liga Champions bersama dua klub berbeda.
Sudah sepuluh tahun Mourinho tidak merasakan gelar liga, namun reputasi dan pengalamannya terus menjaga posisinya di radar klub top. Masa depannya masih penuh spekulasi, tetapi posisinya sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh di Eropa tak akan tergoyahkan.
Sumber: Bola.net